- Kemendagri Kolabs Dengan Pandawara Group Untuk Gelar Kampanye Lingkungan Bersih
- Survey IPO Ungkap 63 Persen Masyarakat Puas Dengan Kinerja Presiden Prabowo Subianto
- BPS Sebut Mayoritas Penduduk Miskin RI Menumpuk di Pulau Jawa
- Presiden Prabowo Subianto Optimis Timnas Indonesia Dapat Maju ke Piala Dunia 2030
- Pemkab Bogor Akui Program Pembangunan Berkelanjutan Dapat Dijadikan Sumber Ekonomi
Kemendagri Kolabs Dengan Pandawara Group Untuk Gelar Kampanye Lingkungan Bersih
Berita Terkini – Seperti yang kita tahu, saat ini isu tentang kerusakan lingkungan sedang marak terjadi di negara Indonesia.
Sebagai informasi bahwa definisi dari kerusakan lingkungan ialah penurunan kualitas lingkungan hidup yang disebabkan oleh sejumlah peristiwa alam atau perbuatan buruk manusia, contoh dari kerusakan lingkungan ialah seperti menurunnya kualitas air, udara, tanah, punahnya flora dan fauna, dan kerusakan ekosistem alam.
Kerusakan lingkungan tidak boleh disepelekan, karena kerusakan lingkungan dapat berdampak negatif signifikan terhadap kehidupan manusia, yakni meningkatkan frekuensi bencana alam seperti tanah longsor, banjir, wabah penyakit, dan sosial-ekonomi.
Sebagai contoh bahwa pada beberapa bulan yang lalu, saudara kita yang tinggal di daerah Pulau Sumatera telah mengalami bencana banjir bandang dan tanah longsor yang sangat hebat hingga menelan ribuan korban jiwa.
Sejumlah pakar mengklaim bahwa bencana banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi di Pulau Sumatera tersebut diakibatkan karena kerusakan lingkungan akibat ulah manusia, seperti pembalakan liar, membuang sampah sembarangan, dan eksploitasi hutan.
Bencana alam di daerah Pulau Sumatera tersebut dapat menjadi contoh bagi kita semua untuk mempunyai rasa kepedulian dan tanggung jawab terhadap lingkungan sekitar.
Baru-baru ini, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) telah resmi mengundang Pandawara Group untuk menggelar kampanye edukasi tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan mengelola sampah dengan benar melalui dukungan Gerakan Indonesia Aman, Sehat, Resik, Indah (ASRI).
Diketahui, Pandawara Group merupakan suatu kelompok pemuda asal Bandung, Indonesia yang sangat terkenal di sosial media karena selalu melakukan aksi pembersihan lingkungan di sungai, selokan, dan pantai.
Pandawara Group juga terdiri dari 5 orang, yakni Rafly Pasya, Gila Rahma, Muchamad Ikhsan, Mochamad Agung Permana, dan Muhammad Rifqi Sadulloh.
Banyak masyarakat yang salut dengan aksi Pandawara Group, karena mereka melakukan pembersihan lingkungan dengan sukarela dan tanpa ada embel-embel apapun.
Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Administrasi Kewilayahan (Adwil) Kemendagri Safrizal ZA mengatakan, Gerakan Indonesia ASRI merupakan bentuk nyata kepedulian Presiden Prabowo Subianto terhadap kondisi lingkungan saat ini di Indonesia.
Safrizal ZA menjelaskan, pada dasarnya, Gerakan Indonesia ASRI yang kemudian kita gunakan untuk membersihkan lingkungan. Bukan saja jangan buang sampah sembarangan, tetapi yang daerah-daerah yang kotor, kita bikin gerakan massal dengan semua masyarakat, dengan agen-agen lingkungan, dengan LSM-LSM. Ayo kita bersihkan.
Menurut Safrizal ZA, saat ini terdapat sejumlah faktor yang mempengaruhi kebersihan lingkungan terhadap sampah di Indonesia, yakni meliputi jumlah sampah, manajemen pengelolaan sampah, dan budaya membuang sampah.
Jika dilihat dari jumlah sampah yang ada, maka saat ini negara Indonesia telah dinobatkan sebagai negara kelima penghasil sampah tahunan terbanyak di dunia.
Oleh karena itu, Safrizal ZA sangat mengapresiasi aksi nyata dari Pandawara Group yang telah membantu membersihkan lingkungan di sejumlah daerah Indonesia.
Bahkan, Safrizal ZA juga mengaku bahwa Pandawara Group adalah kelompok pemuda yang hebat dan mempunyai rasa kepedulian yang tinggi terhadap lingkungan. Maka, saat ini pihaknya memerlukan bantuan dari Pandawara Group agar dapat mengampanyekan dan mengajak seluruh pemuda di Indonesia untuk turut mencintai dan menjaga lingkungan sekitar.
Program Waste-To-Energy
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9322540/original/012258700_1786535158-WhatsApp_Image_2026-08-12_at_18.20.09__1_.jpeg)
Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Administrasi Kewilayahan (Adwil) Kemendagri Safrizal ZA mengatakan, saat ini pihaknya bukan hanya berfokus terhadap kampanye menyadarkan masyarakat terhadap cinta lingkungan saja, melainkan pihaknya juga akan membangun program pengelolaan sampah dari hulu ke hilir yang dapat bermanfaat positif bagi negara Indonesia.
Program yang dimaksud ialah seperti Waste-To-Energy, yakni sistem pengelolaan sampah yang dapat dijadikan untuk energi listrik, panas, dan bahan bakar.
Safrizal ZA menjelaskan, selanjutnya, untuk permasalahan timbunan sampah di sejumlah daerah dapat menerapan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle), yakni mengurangi penggunaan barang yang berpotensi menjadi sampah, menggunakan kembali barang yang masih layak, serta mendaur ulang sampah menjadi produk baru.
Muchamad Ikshan Destian, selaku pendiri Pandawara Group mengatakan, kebersihan lingkungan harus didasari dengan prinsip kesadaran diri sendiri dulu, dan sebagai warga yang bijak harus mempunyai rasa kepedulian lingkungan yang tinggi serta mau membersihkan dan menjaga lingkungan sekitar.
Setelah banyak warga yang sadar dan mempunyai rasa kepedulian terhadap lingkungan, maka tugas kita selanjutnya adalah harus memikirkan bagaimana caranya agar timbunan sampah dapat di daur ulang menjadi barang yang bernilai baru, bermutu, dan berdampak positif bagi kehidupan masyarakat.
Jika kita sudah berada di titik tersebut, maka sampah bukan lagi menjadi barang yang tidak berguna, melainkan sampah adalah bahan baku utama untuk kebutuhan energi di Indonesia.